Langsung ke konten utama

Milenial Era Kekinian

Di era milenial seperti saat ini dimana perkembangan jaman makin pesat berkata adanya jaringan internet yang membuat beragam informasi sangat mudah di dapatkan di internet ataupun media sosial. Bahkan kini bermunculan kata-kata gaul yang sering diucapkan oleh netizen di media sosial. Biar kamu gak dibilang kudet, berikut ini arti dari 5 kata gaul yang sering diucapkan oleh netizen.

1. Sultan
Kata Sultan sering diucapkan oleh para netizen saat mengomentari atau menanggapi seseorang yang memiliki kehidupan mewah ataupun sok mewah. Biasanya para netizen menjuluki mereka sbagai sultan karena memiliki barang-barang branded seperti smartphone, mobil, motor maupun barang-barang mewah lainnya.

2. Faedah
Kata faedah sebenarnya meruapakan kata yang biasa diucapkan dalam ceramah agama Islam. Namun berkat kreativitas 'kids jaman now' kata faedah malah kerap digunakan dakam kehidupan sehari-hari. Kata 'faedah' sendiri bisa diartikan sebagai manfaat, bahkan kini muncul juga kata 'unfaedah' yang bisa diartikan sebagai tidak bermanfaat.

3. Mantab Soul
Mantap soul atau mantap jiwa biasanya digunakan oleh para netizen untuk menggambarkan sesuatu atau kejadian yang luar biasa. Sebenarnya kata mantap soul atau mantap jiwa tidak memiliki arti khusus hanya saja penambahan kata soul atau jiwa dibelakang kata mantap semakin mempertegas kehebatan sesuatu/orang/kejadian.

4. HQQ
Kata 'hakiki' memiliki arti benar atau sesungguhnya. Kalimat hakiki biasanya diucapakan oleh para netizen untuk mengungkapkan kenikmatan atau kepuasan dalam konteks yang beragam. Contohnya adalah penggunakan dalam kalimat 'kebahagiaan hakiki' yang menggambarkan tentang kebahagian yang luar biasa.

5. Terciduk
Para netizen Indonesia memang sangat kreatif, terbukti mereka berhasil meyerap kata yang biasa digunakan dalam berita penangkapan seseorang oleh pihak kepolisian. Terciduk sendiri berarti tertangkap sehingga para netizen kerap mengganti kata tertangkap menjadi terciduk. Contohnya saja pada kalimat pencuri ditangkap oleh polisi yang diplesetkan menjadi pencuri terciduk oleh polisi.
(FM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Atlantis Di Indonesia

Isu kejatidirian bangsa Indonesia, bahwa Indonesia adalah pusat peradaban dunia, semacam Atlantis, dalam pengamatan saya mengemuka dalam tiga tahun terakhir ini. Ini seiring dengan terbitnya terjemahan dua buku kontroversial, "Atlantis itu Indonesia" (Arysio Santos, 2009) dan "Eden in the East" (Stephen Oppenheimer, 2010) . Saya berandai-berandai, bila kedua buku itu tidak diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia, mungkin isu kejatidirian bangsa tak mengemuka serius sekarang, meskipun Soekarno sudah meneriakkan soal jati diri bangsa lebih dari 50 tahun yang lalu. Buku Atlantis itu kemudian melahirkan banyak buku lain tulisan orang-orang Indonesia yang umumnya mendukung bahwa Atlantis itu Indonesia. Beberapa kalangan pejabat atau tokoh masyarakat pun ramai-ramai mendukung tesis yang digulirkan Santos ini entah apa tujuannya, mungkin berusaha mengangkat jatidiri bangsa yang mungkin dalam pandangan mereka tengah merosot. Saya dengar sendiri itu diucapkan dari seora...

Bangsa Besar Yang Dikerdilkan

Lihatlah betapa kecilnya Nusantara Indonesia dalam peta dunia, padahal dalam logika sehat kita, tidak akan mungkin Negara dengan 17.000 pulau, digambarkan dengan sangat kecil. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, di mana hanya sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni. Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan Papua merupakan pulau utama di Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki pulau-pulau kecil seperti Bali, Karimunjawa, Gili dan Lombok yang merupakan tujuan wisata lokal maupun internasional. Ibukota negara Indonesia adalah Jakarta, yang terletak di Pulau Jawa. Dilihat dari segi geografis, kepulauan Indonesia terletak antara 5° 54′ 08″ bujur utara hingga 11° 08′ 20″ bujur selatan dan 95°00’38“ sampai 141°01’12“ bujur timur. Beberapa pulau terletak di garis ekuator. Karena itu, siang dan malam memiliki waktu yang hampir sama, yaitu 12 jam...

Kuliner Mustika Jaya

Rumah makan Bpk. Abir/Jenong, yang tak jauh dari dari Tugu Bambu Mustika Jaya ini, sangatlah mudah untuk ditemukan . Tepatnya Jalan Raya Mustika Jaya, Rt 02/Rw 07, kurang lebih 100 meter dari Kantor Kecamatan Mustika Jaya. Dengan tampilan sederhana, Rumah Makan yang sudah berdiri sejak 1978, tudak seperti Rumah Makan pada umumnya, yang banyak kita lihat di Kota Bekasi. Dari tampilan hingga susunan bangku & meja makan, begitu sederhana sekali, yang justru membuat bisa bertahan sampai saat ini. Rumah makan ini merupakan rumah makan yang menyediakan berbagai makanan khas Bekasi seperti gabus pucung, sop sapi, sayur asem, teri apa ge ada, ayam kampung, pecak bandeng, pecak lele, pecak mujair. “Rumah makan yang sudah dikelola oleh generasi keempat ini, Awalnya bapak saya yang buka tahun 1978, saya mulai tahun 1988,” kata Pemilik RM Bpk. Abir/Jenong, Fatimah (43). Yang uniknya semua penyajian menu makanan, di olah dengan cara yang juga terbilang sederhana, seperti Lalapan...